Financial Accounting Standard Board,
statement No. 3 dalam Vernon Kam (1990 : 237) menjelaskan : “ Revenue are
inflows or other enchancements of assets of or entity or settlements of as
liabilities goods, rendering service, or other activities that’s constituted
the entity’s or going mayor or central operation “. Pernyataan tersebut
mengandung pengertian bahwa revenue (pendapatan) merupakan arus masuk atau
peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penjelasan kemajuan dari entity
atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan /
produksi barang, pembelian jasa atau pelaksanaan kegiatan kerja utama
perusahaan yang saling berjalan.
Adapun definisi pendapatan yang
dikemukakan oleh APB dalam Wolk. Dkk (1992 : 267) Bahwa revenue / pendapatan
merupakan kenaikan bruto dalam asset dan penurunan bruto dalam kewajiban
berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum yang berasal dari
kegiatan mencari laba.
Selanjutnya accounting terminology
No.2 dalam Sofyan S. Harahap(1993: 39) mendefinisikan bahwa, pendapatan berasal
dari penjualan dan pembelian jasa diukur dengan jumlah yang dibebankan kepada
langganan, klaim atas barang jasa yang disampaikan untuk mereka, juga termasuk
laba dari investasi dalam kenaikan lainnya pada equity pemilik modal kecuali
yang berasal dari penyesuaian modal.
Penjelasan mengenai pendapatan oleh
Ikatan Akuntansin Indonesia dalam PSAK No. 23 paragraf 06 adalah arus masuk
bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama
satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak
berasal dari kontribusi penanam modal.
Dari berbagai definisi yang dikemukakan
di atas, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan mengenai Revenue /
pendapatan.
- Revenue / pendapatan diperoleh
melalui hasil penjualan barang dagang atau jasa yang diserahkan kepada
pembeli dan dapat pula diperoleh dari penggunaan aktiva perusahaan oleh
pihak lain.
- Revenue dalam pembebanannya
kepada pembeli atau langganan harus diukur dengan mata uang
tertentu.
- Revenue memiliki sifat menambah
atau menaikkan kekayaan milik perusahaan, tetapi tidak semua yang menambah
atau menaikkan nilai kekayaan pemilik dapat dikategorikan sebagai revenue
misalnya yang berasal dari kontribusi penanam modal.
Pengertian Pendapatan dilihat dari
berbagai ilmu, diataranya :
1. Menurut ilmu ekonomi
Pendapatan menurut ilmu ekonomi
merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu
periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti
keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif
pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan
adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang
diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
Definisi pendapatan menurut ilmu
ekonomi menutup kemungkinan perubahan lebih dari total harta kekayaan badan
usaha pada awal periode, dan menekankan pada jumlah nilai statis pada akhir
periode. Secara garis besar pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal
periode ditambah perubahan penilaian yang bukan diakibatkan perubahan modal dan
hutang.
2. Menurut ilmu akuntansi
Banyak konsep pendapatan didifinisikan dari berbagai literatur akuntansi dan teori akuntansi . Namun pada dasarnya konsep pendapatan dapat ditelusuri dari dua sudut pandang, yaitu :
- Pandangan yang menekankan pada pertumbuhan atau peningkatan
jumlah aktiva yang timbul sebagai hasil dari kegiatan operasional
perusahaan.
Konsep dasar pendapatan pada dasarnya adalah suatu proses
mengenai arus penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan selama jangka waktu
tertentu.
- Konsep pendapatan sering juga dilihat melalui
pengaruhnya terhadap ekuitas pemilik. Berbagai definisi yang timbul sering
merupakan kombinasi konsep-konsep tersebut.
Pada hakekatnya konsep dasar
pendapatan adalah bahwa pendapatan merupakan proses arus yaitu “penciptaan
barang dan jasa oleh perusahaan selama jangka waktu tertentu”. Paton dan
Littleton menyebutnya sebagai produk perusahaan dan besarnya diukur dengan
jumlah rupiah aktiva baru yang diterima dari pelanggan (konsumen). Laba akan
timbul bilamana jumlah rupiah aktiva menunjukkan pendapatan melebihi jumlah
rupiah total biaya yang dibebankan.
Berikut beberapa pengertian pendapatan yang dikemukakan penulis dalam berbagai literatur akuntansi.
- Menurut Donals E. Kieso dan
Jerry J. Weygandy (1986 : 164), memberikan definisi sebagai berikut :
“Revenue is an in flow of cash or other properties in exchange for good
sold or services rendered”.
Definisi ini menjelaskan bahwa pendapatan (revenue)
diartikan sebagai aliran masuk kas atau setara kasnya yang terjadi akibat
adanya penjualan barang atau penyerahan jasa yang dihasilkan.
- Eldon S. Hendriksen (dalam
Marianus Sinaga, 1993 : 164) mendefinisikan “Pendapatan adalah ekspresi
moneter dari keseluruhan produk atau jasa yang ditransfer oleh suatu
perusahaan kepada pelanggannya selama satu periode”.
Menurut definisi ini, maka pendapatan diukur berdasarkan
jumlah barang dan jasa yang diserahkan kepada pembeli atau langganan (dengan
menggunakan satuan mata uang tertentu). Jadi merupakan aliran keluarnya (out
flow) nilai atas barang atau jasa yang ditransfer kepada langganannya.
- Zaki Baridwan (1992 : 30)
mengutarakan : “Pendapatan (revenue) adalah aliran masuk atau kenaikan
lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya (atau kombinasi
keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan
barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan
utama badan usaha”.
- Pendapatan diutarakan oleh C.
Rolin Niswonger dan Carl S. Waren (dalam Hyginus Ruswianarto, 1993 : 57)
yaitu : “Pendapatan adalah kenaikan kotor (gross) dalam modal pemilik yang
dihasilkan dari penjualan barang dagangan, pelaksanaan jasa kepada
pelanggan atau klien, penyewaan harta, peminjaman uang, dan semua kegiatan
usaha serta profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan”.
Maksud definisi di atas adalah pendapatan dapat dihasilkan
melalui berbagai kegiatan usaha baik yang berasal dari usaha perdagangan, jasa
maupun profesi yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kotor (laba
bruto).
- Pendapatan (revenue) menurut
Smith and Skousen (1995 : 15) adalah kenaikan (inflows) dari aktiva yang
berasal dari operasi (kegiatan) normal perusahaan.
Dalam definisi ini terdapat pembatasan yang jelas mengenai
sumber dana yang dapat digolongkan sebagai revenue dan sumber dana yang tidak
dapat digolongkan sebagai revenue.
Dari pengertian pengertian di atas,
dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapatan adalah keseluruhan penerimaan dari
suatu unit usaha selama satu periode tertentu setelah dikurangi dengan
penjualan retur dan potongan-potongan. Maksud penjualan retur adalah
pengembalian barang oleh pelanggan karena barang tertentu yang dikirm rusak
atau tidak sesuai pesanan. Sedangkan potongan penjualan adalah potongan yang
diberikan kepada pelanggan karena langganan membayar lebih cepat sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan untuk mendapat potongan.
Untuk lebih jelasnya, diberikan
definisi yang dikemukakan oleh M. Munandar (1996 : 18) yaitu :
“Revenue adalah suatu pertambahan
assets yang mengakibatkan bertambahnya owners equity, tetapi bukan karena
pertambahan modal baru dari pemiliknya dan bukan pula merupakan pertambahan
assets yang disebabkan karena bertambahnya liabilities”.
Definisi ini menjelaskan bahwa suatu
pertambahan assets dapat disebut revenue apabila pertambahan assets tersebut berasal
dari kontra prestasi yang diterima perusahaan atas jasa-jasa yang diberikan
kepada pihak lain. Selanjutnya, pertambahan atau peningkatan assets akan
mengakibatkan bertambahnya owners equity.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar